Goresan Warna dan Kibaran Semangat: Catatan Classmeeting SMP Cahaya Surabaya
Setelah melewati hiruk-pikuk ujian semester, atmosfer di SMP Cahaya Surabaya seketika berubah. Gerbang sekolah menyambut pagi dengan energi yang berbeda—lebih berwarna, lebih berisik oleh tawa, dan penuh dengan luapan kreativitas. Classmeeting kali ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan panggung bagi para siswa untuk menunjukkan sisi terbaik mereka melalui seni dan ketangkasan.
Kanvas yang Berbicara
Mereka melukiskan mimpi, kritik positif, hingga kecintaan pada kota Surabaya. Setiap tetesan cat di atas kain kanvas itu menjadi saksi bahwa ekspresi remaja SMP Cahaya tidak memiliki batas. Ruang itu seketika berubah menjadi galeri seni berjalan yang penuh inspirasi.
Simfoni Bendera di Angkasa
Bergeser ke lapangan utama, pemandangan berganti menjadi lebih dinamis. Di bawah langit Surabaya yang cerah, para peserta Lomba Semaphore sudah bersiaga.
Begitu peluit ditiup, sepasang bendera merah-kuning di tangan mereka mulai "berbicara". Kibasan kainnya menciptakan suara wush-wush yang ritmis, membelah udara dengan gerakan-gerakan tajam dan presisi. Tidak ada ruang untuk ragu; satu derajat saja salah posisi, pesan akan meleset.
Di sini, komunikasi tidak membutuhkan suara, hanya konsentrasi tinggi dan sinkronisasi antara mata dan tangan. Peserta tidak hanya berlomba menjadi yang tercepat, tetapi menunjukkan betapa indahnya sebuah disiplin dan kesigapan saat dipadukan dengan kerja sama tim yang solid.
Kebersamaan dalam Perbedaan
Suasana semakin pecah saat kawan-kawan sekelas bersorak memberikan dukungan dari pinggir lapangan. Ada kebanggaan saat melihat kanvas kelas mereka mulai penuh warna, dan ada ketegangan saat bendera semaphore mulai dikibarkan dengan cepat.
Classmeeting di SMP Cahaya Surabaya hari ini adalah tentang keseimbangan. Antara lembutnya kuas di atas kanvas dan tegasnya gerakan bendera di lapangan. Sebuah perayaan kreativitas dan mental juara yang akan selalu dikenang sebagai cerita indah di masa putih-biru.





